Latest Tweets:
hell ow tumblr! it’s been a while…
saya benci menutup mata dan melihat ke masa silam walaupun terkadang saya melakukannya. saya benci menutup telinga dan mendengarkan suara suara dari masa lalu karena tidak semuanya indah. ya, hidup memang tidak semuanya indah. tapi karena kamu tidak akan pernah tahu seperti apa detik selanjutya yang terjadi di hidupmu, maka hidup menjadi sangat menyenangkan dan menegangkan.
life is wonderful, people said.
kemarin saya mengikuti USM ITB dan somehow, a little patch of my heart don’t feel like I’m gonna pass that. tiba tiba saya galau dan melankolia blabla. padahal yang menentukan lulus atau ngga kan Allah, bukan kertas ljk hmm.
kalau melihat ke belakang, saat sd, saya belajar karena saya memang suka belajar. saya suka ilmu-ilmu yang diberikan oleh guru. saya suka sekolah. saya bahkan mau membaca buku buku kakak saya yang notabene 7 tahun lebuh tua.
saat smp, saya masih suka belajar. belajar menjadi pekerjaan yang sangat menyenangkan, somehow. saya masih suka sekolah dan saya belajar karena saya ingin tau.
sekarang kita lihat masa sma. everything’s change. saya benci belajar. saya belajar hanya untuk mengejar nilai saja. menyontek adalah hal biasa, karena saya melihat teman teman saya yang menyontek mendapatkan nilai tinggi sedangkan saya tidak. kejujuran tidak begitu dihargai di sini, bahkan teman saya yang berusaha untuk selalu jujur pada akhirnya harus rela tinggal kelas. ternyata benar, kejujuran memang sangat mahal nilainya.
saya benci guru-guru tertentu yang saya anggap merugikan saya. saya benci sekolah, saya benci sistem dan birokrasi di dalamnya, saya benci segala galanya. saya bahkan terkadang berfikir sekolah tidak berarti apa apa bagi saya sekarang kecuali sebagai lembaga pemberi nilai tertulis (yang bahkan tidak terlalu baik).
3 tahun saya digembleng dengan mindset seperti itu, sehingga saya lupa apa esensi terpenting dari belajar. ilmu yang bermanfaat. saya lupa bahwa saya belajar untuk mendapatkan ilmunya, bukan untuk mendapat nilai baik. saya lupa alasan mengapa saya tidak mau memberikan contekan pada teman- teman saya sewaktu sd. saya lupa sampai seseorang mengingatkan saya ( and I thank for it!)
—-
well, no matter how cruel it is, life is wonderful, still.
-dan saya masih galau